Langsung ke konten utama

Missed Call

Missed call... kalo kata handphone gue artinya panggilan tak terjawab

Missed call.. kalo kata temen gue artinya panggilan kangen (=miss call gitu ganti)

Jaman dulu, ada tuh temen gue yang doyaaaan banget missed call. Sangking seringnya, tiap kali ketemu, pasti selalu ada pertanyaan "Ngapain lo missed call tempo hari?", dan, nggak heran, kalo jawabannya antara tiga ini doang....

pertama, kangen (ini udah pasti bokis....)

kedua, ngecek SMS masuk apa enggak (logis, tetapi hanya kalo gak lama kemudian gue beneran terima SMS dari yang bersangkutan)

ketiga, iseng (jawaban yang selalu membuat gue aaaarghh *esmosi)

Untung, sekarang temen gue itu udah kembali ke jalan yang benar... tapi, eh, tapi, ternyata hari gini masih ada mahluk yang doyan missed call.

Hmm, enaknya diapain yaa? 

Komentar

  1. doain aja semua makhluk yg kerjaannya suka miskol pd beli hp cdma.. amin..
    kalo dah punya hp cdma, kerjaannya msh suka miskol, kebangetan bgt.

    BalasHapus
  2. eh..nomor hape kamu berapa Mel?.... :)
    ntar boleh kok kamu miskol aku..... :D

    BalasHapus
  3. mungkin kangen kali mell tapi mau bilang takut. soalnya jaman kan udah maju telpon udah murah.

    BalasHapus
  4. bilangin aja..gak usah pake HP... hari gene miskol...

    BalasHapus
  5. @ riefmaniac: amiiin :D
    @ ongkopitu: hehehe aja dhee :p
    @ dmo: kangen?! hmmm.... diragukan
    @ iyang: kalo gak pake HP pake apaan dong, yangki?

    BalasHapus
  6. pake tlp umum, kasian banget seh punya hp gak ada pulsa..emang dia gak tau teknologi sms apa??? cuma 350perak

    BalasHapus
  7. merasa harus buang pulsa kale kalo SMS *ikut2 heran*..... eh, kok jadi lo yang esmosi seh, suka di-miskol jg yaaa??! huehehe

    BalasHapus
  8. aku sering juga MC,biar yg di MC bales tlp hehehehe...

    BalasHapus
  9. wedew...... ini rupanya alasan keempatnya :p

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Taman Nasional Baluran, Merasakan Afrika di Timur Pulau Jawa

Apa yang terlintas di pikiranmu jika mendengar kata padang savana?   Rerumputan? Afrika? hewan liar? Ya, semuanya tidak salah. Tapi nggak perlu jauh-jauh ke Afrika kalau mau lihat rerumputan dan hewan liar, cukup ke Taman Nasional Baluran saja.  TN Baluran terletak di antara Banyuwangi dan Situbondo. Lokasinya sangat mudah dicapai dengan peta, namun hati-hati terlewat ya. Karena hanya ada satu gerbang untuk masuk-keluar di TN Baluran. Lokasi wisata ini dibuka pagi mulai pukul 07.30-16.00 sore saja. Untuk masuk ke kawasan pengunjung hanya dikenakan biaya Rp 16.500/ orang (hari biasa) dan Rp Rp 10.000/ mobil. Namun jika kamu datang pas hari libur, tiketnya menjadi Rp 18.500/ orang.  Apa saja yang bisa dilihat?  Padang savana, yang terkenal sebagai spot foto adalah Savana Bengkol. Julukan TN Baluran sebagai Little Africa of Java paling kerasa hype di spot ini.  Pantai, yang terkenal adalah Pantai Bama. Di sini pasirnya putih dan banyak tempat buat ngaso dan, tentu ...

Life is What Happens When You're Busy Making Plan

Wah, sudah bulan Desember lagi. Apa kabar resolusi tahun ini? Hmm, let me remember. Tahun ini saya cuma punya tiga resolusi. Tapi ketiganya terkait satu sama lain. Sengaja membuat seperti itu karena resolusi tahun ini sangat besar. A milestone. Number one checked, number two checked. Number three? Sampai menjelang akhir tahun ini, yang ketiga tampaknya masih harus menunggu...... tahun depan. Mungkin. Sedihnya saya nggak punya rencana cadangan. Kali ini tampaknya sifat terlalu terencana saya mulai terasa efeknya. Buruk. Karena membuat hidup terasa kurang bergairah. Mungkin saya harus berhenti membuat rencana. Mungkin seharusnya saya mendengarkan kata John Lennon: That life is what happens when you're busy making plan.

Tentang Undangan

Dua tahun terakhir, gue lumayan akrab sama yang namanya undangan pernikahan. Sampai pertengahan bulan Januari ini saja, misalnya, gue sudah menghadiri dua dari empat undangan pernikahan. Dari keempatnya, dua diantaranya ada undangannya. Atas nama ayah, sih, jadi adiknya eyang dan tante tetangga rumah itu mengirimkan undangan. Dulu, tanda kita diundang ke suatu acara adalah menerima undangannya. Biasanya dikirim lewat pos. Tapi sekarang jaman sudah beda. Tempo hari itu, teman gue yang satu ngundang via SMS, sementara yang lain ngundang lewat milis. Kalau dipikir-pikir kayaknya lebih banyak undangan pernikahan yang gue terima lewat SMS, milis, atau dari mulut ke mulut. “Mel, datang yah ke resepsi pernikahan kami hari A di B jam C, ditunggu kedatangannya, anu dan anu,” begitu petikan salah satu undangan pernikahan yang gue terima via SMS. Kalau dari milis atau e-mail biasanya scan -an undangan sebenernya. Kadang sampai sama foto-foto yang ada di undangan (kalau ada) dan denah lokasi...